Pleret Kembangkan Pertanian Berbasis IoT, DKPP Bantul Dukung Modernisasi Pertanian

Pada Rabu (19/8/2026) digelar kegiatan Penanaman Perdana Lahan Pertanian Berbasis Internet of Things (IoT) di Lahan Banyu Kencono, Padukuhan Karet, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si., Paniradya Keistimewaan DIY, Panewu Pleret beserta jajaran Forkompimkap, BPP Pleret, Lurah Pleret, serta tamu undangan lainnya. Pengembangan pertanian berbasis IoT ini menjadi bagian dari upaya Kalurahan Pleret memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan wisata edukasi pertanian di kawasan Banyu Kencono.

Lurah Pleret, Taufiq Kamal, menjelaskan bahwa penerapan IoT di lahan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada kelompok tani mengenai pemanfaatan teknologi modern untuk membantu pekerjaan di sektor pertanian. Pada tahap awal, lahan akan ditanami sejumlah komoditas, yakni bawang merah, cabai, dan pare. Menurut Taufiq, teknologi yang diterapkan bukan untuk menggantikan peran petani, melainkan menjadi asisten yang membantu mempermudah pengelolaan lahan. Sistem IoT yang dikembangkan dapat memantau kondisi bedding atau media tanam, kelembapan tanah, pH tanah, serta kondisi cuaca. Selain itu, sistem juga dapat digunakan untuk mengontrol pompa pengairan dan lampu secara otomatis melalui sensor yang telah terpasang.

Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, S.Pt., M.Si., mengapresiasi inovasi yang dilakukan Kalurahan Pleret dalam mengembangkan pertanian berbasis teknologi. Menurutnya, penerapan teknologi dalam pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong modernisasi sektor pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. “Kami sangat apresiasi, ini salah satu inovasi yang kami harapkan bisa menarik para petani milenial, anak-anak muda untuk terjun ke pertanian. Jadi pemerintah kabupaten dalam hal ini sangat mendukung,” ungkap Joko.

Pengembangan lahan pertanian berbasis IoT tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan budidaya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani dan masyarakat. Kawasan Banyu Kencono memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi pertanian yang mengintegrasikan kegiatan produksi, teknologi, dan pembelajaran. Melalui inovasi tersebut, Kalurahan Pleret menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat berjalan berdampingan dengan praktik pertanian masyarakat, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan dan regenerasi petani di Kabupaten Bantul.

Foto : DKPP Bantul