Gerakan Konsumsi Pangan B2SA Dorong Masyarakat Terapkan Pola Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman

Dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui penerapan pola Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyelenggarakan kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA. Kegiatan yang berlangsung pada 10–13 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di Aula Pari DKPP Kabupaten Bantul dan diikuti oleh peserta dari 17 kapanewon se-Kabupaten Bantul. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dengan materi yang berkaitan dengan konsumsi dan pengembangan pangan lokal. Narasumber dari FTP UGM menyampaikan materi “Pentingnya Diversifikasi Konsumsi Pangan Berbasis Pangan Lokal Menuju Pola Konsumsi B2SA Membentuk Masyarakat Cerdas, Aktif & Produktif”. Selanjutnya, Nenik Wahyu Wijayanti dari Arenam Akar Makmur menyampaikan materi “Kiat Sukses Membangun Bisnis Olahan Pangan Lokal”. Sementara itu, Sumarni dari KWT Rahayu, Jurug, Bangunharjo, Sewon, memberikan materi “Praktik Pengolahan dan Penyajian Olahan Pangan Lokal Berbahan Umbi-umbian & Kacang-kacangan”. Melalui materi dan praktik yang diberikan, peserta memperoleh pengetahuan mengenai diversifikasi pangan, pengembangan usaha olahan pangan lokal, serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi B2SA.

Melalui Gerakan Konsumsi Pangan B2SA ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman semakin meningkat. Gerakan ini juga diharapkan mampu mendorong pemanfaatan pangan lokal secara lebih optimal melalui berbagai upaya yang integratif dan masif, sehingga dapat mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, sehat, aktif, dan produktif serta turut berkontribusi dalam menurunkan risiko stunting pada anak-anak. Dengan demikian, penerapan pola konsumsi B2SA diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat Bantul yang sehat dan berkualitas.



FOto : DKPP Bantul